Minggu, 15 Juni 2008

Kemajuan Batin VS Schizophrenia

88028844_2862eaa12d_oDi tanah Asia Banyak orang menganggap spiritual itu berhubungan dengan spirit (Mahluk Halus) dan ritual (sembahyang). Dalam hal ini juga seringkali menganggap kesaktian sebagai tanda hebatnya batin seseorang.

Tidak mengherankan jika tujuan orang-orangnya dalam bermeditasi mengharapkan terjadi sesuatu selama menjalaninya. Syukur-syukur bisa lihat sesuatu gitu lah...

Akibatnya tidak sedikit orang yang melakukan kegiatan-kegiatan spiritual mengalami hal-hal seperti melihat cahaya (yang dianggap TUHAN atau UTUSANNYA), mahluk halus (HANTU CS), dewa, bahkan Buddha atau sejenisnya, ditambah lagi MEREKA SEMUA bisa bicara menyampaikan sesuatu kepada orang tersebut.... WAHYU...  Serasa jadi NABI, dan tidak bisa lagi tinggal dengan masyarakat....

Menurut Ilmu psikologi ada sejenis penyakit dimana orang mulai berhalusinasi, pada akhirnya tidak bisa membedakan antara hayalan dan kenyataan. Yaitu Schizophrenia dengan gejala yang terlihat: halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.

Dari semua penganut semua agama yang ada bertanya kepada saya, kenapa mau jadi pemuka agama, dapat panggilan yah, atau wahyu.... bingung mau jawab apa, bagi saya mengambil status ini adalah pilihan hidup saya bukan atas dorongan dari atas, apa lagi wahyu...

Setelah saya lama mempelajari Ajaran Yang saya anut dari Guru Besar Pendiri, saya cukup terkejut mengetahui bahwa kemajuan spiritual dalam ajaran kita bukanlah melihat cahaya, mahluk halus, mendengar wahyu dan sebagainya, melainkan ada 16 tahapan, dan tahapan yang paling rendah adalah MAMPU MEMBEDAKAN AKTIFITAS PIKIRAN DAN FISIK.

Dalam hal ini berarti, harus mampu membedakan hayalan dan materi (yang nyata).....bukan bisa melihat, atau mendengar sesuatu.... terkejut? HAHAHAHA, setelah sekian lama riset dengan kotbah Guru, dan tubuh serta batin ini akhirnya tau bahwa ajaran Guru berbeda dengan agama lainnya, walau pengikut yang lainnya tidak bisa menerima kenyataan ini