Hari ini menonton film Thor ke-dua, lumayan sangat drama dengan perpaduan aksi pertempuran yang bagus. apalagi dengan penampilan seakan-akan menghancurkan kota yang dibuat oleh digital imaging yang sangat halus, benar-benar memuaskan mata.
Namun hal itu terjadi lagi ketika adegan nyaris penutupan film, merasa pernah mengalami hal tersebut, hal yang terjadi untuk kedua kalinya. Iya pernah mengalaminya dalam mimpi, penyakit lama yang sudah tidak pernah dialami sekitar 5 tahun berjalan.
Waktu kecil hal ini dianggap menyenangkan karena bisa mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, namun menjadi menjengkelkan, karena hal ini mulai menjadi mengganggu.
Akan sangat menyenangkan bila bisa mengatur kapan hal itu akan terjadi, namun semua terjadi begitu saja, mengulangi apa yang telah ada.
Sejak kapan? Pertama kali aku ingat adalah ketika aku kecil, masih suka main kejar-kejaran, sekitar umur 6-7 tahun, dan mulai nyaris setiap mimpi menjadi kenyataan, dan kadang bisa menyadari kalau sedang mimpi (mimpi jenis ini tidak bisa jadi nyata) dan kalau tahu hal ini adalah mimpi maka bisa diatur keadaan mimpinya, bisa jadi pahlawan super.... konyol memang.
Seandainya ada orang yang bisa membantu untuk membereskan hal ini (melenyapkan hal ini) aku akan sangat berterima kasih, namun sampai saat ini belum ada yang mampu untuk menolong.
Tidak tahu apa penyebabnya, tidak tahu harus bagaimana dan mengendalikannya.
Kamis, 31 Oktober 2013
spiritualitas yang dijadikan iklan
tidak berani banyak bicara, tapi seharusnya kegiatan pindapata adalal pelatihan bagi bhiksu untuk belajar menerima apa adanya, dan bagi umat adalah belajar untuk bersikap murah hati dan mudah memberi. namun jika iklan juga masuk dalam kegiatan tersebut, tujuannya menjadi bias
Kamis, 10 Oktober 2013
hurt inside, please make me wiser
seringkali menjadi miskin harus banyak menelan ludah kepahitan, namun itulah adanya dan kenyataannya. Hari ini lengkap setahun aku berjalan di bumi ini tanpa jubah bhiksu melindungiku.
berencana untuk berkeluarga memang tidak mudah apalagi setelah melihat bahwa orang yang disayangi sudah mengirimkan undangan pernikahannya bulan depan. walau dalam teori filsafat banyak mengatakan bahwa kita harus ikut bahagia jika orang yg dicintai berjalan dengan yang lain, namun kenyataannya hati berkata tidak, aku menderita.
hal ini banyak faktor yang menyebabkan, namun penderitaan seperti ini tidak bisa muncul begitu saja, bahkan tidak dengan meditasi. akan hanya menjadi pelarian semata jika kita menganggap meditasi dapat melenyapkan penderitaan.
yang dibutuhkan sesungguhnya adalah suatu kebijaksanaan yang tepat, bukan tinggi, dalam maupun mulia dan indah. kebijaksanaan walaupun adalah suatu bentuk pemikiran, yang bisa jadi datangnya dari kejadian sehari-hari, bisa dengan kata-kata sederhana, maupun kata-kata yang indah, kadang dari kejadian yang kita tidak duga.
hal yang paling penting di sini adalah membuka hati kita pada saat kebijaksanaan itu hadir datang menghampiri kita.
kebijaksanaan tidak bisa dilatih, namun faktor-faktor penunjangnya bisa dikembangkan, seperti kelapangan hati dengan belajar mendengar, ketenangan dengan doa dan meditasi, sadar diri dengan mawas diri. pada saat faktor-faktornya matang, otomatis kebijaksanaan dapat muncul. dan tidak akan ada satupun yang dapat menghalanginya...
ganbatte kudasai
berencana untuk berkeluarga memang tidak mudah apalagi setelah melihat bahwa orang yang disayangi sudah mengirimkan undangan pernikahannya bulan depan. walau dalam teori filsafat banyak mengatakan bahwa kita harus ikut bahagia jika orang yg dicintai berjalan dengan yang lain, namun kenyataannya hati berkata tidak, aku menderita.
hal ini banyak faktor yang menyebabkan, namun penderitaan seperti ini tidak bisa muncul begitu saja, bahkan tidak dengan meditasi. akan hanya menjadi pelarian semata jika kita menganggap meditasi dapat melenyapkan penderitaan.
yang dibutuhkan sesungguhnya adalah suatu kebijaksanaan yang tepat, bukan tinggi, dalam maupun mulia dan indah. kebijaksanaan walaupun adalah suatu bentuk pemikiran, yang bisa jadi datangnya dari kejadian sehari-hari, bisa dengan kata-kata sederhana, maupun kata-kata yang indah, kadang dari kejadian yang kita tidak duga.
hal yang paling penting di sini adalah membuka hati kita pada saat kebijaksanaan itu hadir datang menghampiri kita.
kebijaksanaan tidak bisa dilatih, namun faktor-faktor penunjangnya bisa dikembangkan, seperti kelapangan hati dengan belajar mendengar, ketenangan dengan doa dan meditasi, sadar diri dengan mawas diri. pada saat faktor-faktornya matang, otomatis kebijaksanaan dapat muncul. dan tidak akan ada satupun yang dapat menghalanginya...
ganbatte kudasai
Langganan:
Postingan (Atom)

