Kamis, 10 Oktober 2013

hurt inside, please make me wiser

seringkali menjadi miskin harus banyak menelan ludah kepahitan, namun itulah adanya dan kenyataannya. Hari ini lengkap setahun aku berjalan di bumi ini tanpa jubah bhiksu melindungiku.

berencana untuk berkeluarga memang tidak mudah apalagi setelah melihat bahwa orang yang disayangi sudah mengirimkan undangan pernikahannya bulan depan. walau dalam teori filsafat banyak mengatakan bahwa kita harus ikut bahagia jika orang yg dicintai berjalan dengan yang lain, namun kenyataannya hati berkata tidak, aku menderita.

hal ini banyak faktor yang menyebabkan, namun penderitaan seperti ini tidak bisa muncul begitu saja, bahkan tidak dengan meditasi. akan hanya menjadi pelarian semata jika kita menganggap meditasi dapat melenyapkan penderitaan.

yang dibutuhkan sesungguhnya adalah suatu kebijaksanaan yang tepat, bukan tinggi, dalam maupun mulia dan indah. kebijaksanaan walaupun adalah suatu bentuk pemikiran, yang bisa jadi datangnya dari kejadian sehari-hari, bisa dengan kata-kata sederhana, maupun kata-kata yang indah, kadang dari kejadian yang kita tidak duga.

hal yang paling penting di sini adalah membuka hati kita pada saat kebijaksanaan itu hadir datang menghampiri kita.

kebijaksanaan tidak bisa dilatih, namun faktor-faktor penunjangnya bisa dikembangkan, seperti kelapangan hati dengan belajar mendengar, ketenangan dengan doa dan meditasi, sadar diri dengan mawas diri. pada saat faktor-faktornya matang, otomatis kebijaksanaan dapat muncul. dan tidak akan ada satupun yang dapat menghalanginya...

ganbatte kudasai

Tidak ada komentar: