Minggu, 18 Mei 2008

Mahluk Halus


Hidup menjalani latihan sebagai praktisi suatu agama (yang menekankan kehidupan pertapaan) sangatlah sulit, Sahabat-sahabat sesama praktisi yang tinggal di hutan-hutan sungguh beruntung karena tidak akan banyak gangguan dari umat awan, cukup banyak bermeditasi, dapat 'melihat' ke dalam diri lebih sering.
Sekalipun mereka diganggu paling-paling hanya diganggu oleh hewan buas (kebanyakan sudah takut sama manusia, karena manusia sebetulnya lebih buas dari mereka), cuaca atau iklim yang ekstreem atau paling sial diganggu oleh mahluk halus, yang katanya cukup diplototi akan lari sendiri.

Salah seorang dari mereka sewaktu bertemu dengan hewan buas yang mengaum kepadanya, cukup dengan menggeram akhirnya hewan tersebut lari. Ada lagi yang pernah bertemu dengan mahluk halus, tapi cukup diplototi mahluk halus tersebut langsung menghilang.

Aku hidup di 'hutan' beton, dan berteduh di rindangnya asbes. Di sini tidak ada hewan buas, jikalau adapun phanter, kuda atau kijang sekali-sekali melihat 'seekor jaguar' lewat, cukup hanya berhati-hati sewaktu menyebrang agar tidak ditabrak oleh mereka.

Akan tetapi di hutan beton ini ada mahluk halus yang sangat berbahaya, jauh lebih berbahaya dari mahluk halus jenis apapun. mereka bergentayangan bukan di kuburan, maupun tempat angker. Tempat mereka bergentayangan di mall-mall, di cafe-care, bar-bar kadang di diskotik.
Jika Mahluk halus yang di hutan paling bikin kita ketakutan merinding setengah mati. Akan tetapi Mahluk halus yang berada di sini bisa bikin rontok jubah (pakaian yang selalu aku pakai sebagai pertapa konyol), dan bisa berakhir di pernikahan. Mahluk halus ini kasat mata, siapapun bisa melihat, maklum, namanya juga MAHLUK HALUS MULUS. HEHEHEHE

1 komentar:

World Wide Relation mengatakan...

Bwahahahaha jayus booo c nie.. =P beneran.. =P