Kamis, 01 Oktober 2015

kekeliruan mengenai Buddhism

Buddhism, yang diajarkan oleh pertapa Gautama bukanlah suatu agama, atau ilmu yg harus diyakini secara membuta.

sebagai contoh, jika berbicara karma (atau kamma seperti orang theravada fanatik), sejatinya karma dalam ajaran yg Buddha bicarakan memang sama persis seperti salah satu aliran Brahmanisme dijamannya, akan tetapi, tujuan akhir yang Buddha maksudkan adalah bertujuan untuk melenyapkan kesedihan, kekecewaan dan penderitaan batin yang diakibatkan oleh situasi yang sedang dialaminya.

pemahaman anicca dukkha dan anatta, merupakan salah satu pemahaman puncak dalam Dharma yang Buddha ajarkan, namun pada saat seorang pemuda hendak menanyakan tentang filosofi ajaran tersebut, Buddha sendiri terdiam, sampai-sampai Ananda sendiri menanyakannya, mengapa beliau diam, bukankah anicca dukkha dan anatta merupakan kesunyataan, Buddha berkata bahwa seandainya beliau menjawab, maka hal tersebut akan menjerumuskan pemuda tersebut kepada siklus penderitaan. Mengapa? karena pengertian anicca, dukkha, dan anatta yang beliau ajarkan bertujuan mengubah sikap mental pengikutnya menjadi tidak egois (selfish-less) sehingga mampu mengembangkan karakteristik manusia yang mampu menempatkan kasih sayangnya dengan bijak terhadap semua mahluk.


Tidak ada komentar: