Kamis, 31 Oktober 2013

mimpi yang membawa dejavu

Hari ini menonton  film Thor ke-dua, lumayan sangat drama dengan perpaduan aksi pertempuran yang bagus. apalagi dengan penampilan seakan-akan menghancurkan kota yang dibuat oleh digital imaging yang sangat halus, benar-benar memuaskan mata.

Namun hal itu terjadi lagi ketika adegan nyaris penutupan film, merasa pernah mengalami hal tersebut, hal yang terjadi untuk kedua kalinya. Iya pernah mengalaminya dalam mimpi, penyakit lama yang sudah tidak pernah dialami sekitar 5 tahun berjalan.

Waktu kecil hal ini dianggap menyenangkan karena bisa mengetahui apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang, namun menjadi menjengkelkan, karena hal ini mulai menjadi mengganggu.

Akan sangat menyenangkan bila bisa mengatur kapan hal itu akan terjadi, namun semua terjadi begitu saja, mengulangi apa yang telah ada.

Sejak kapan? Pertama kali aku ingat adalah ketika aku kecil, masih suka main kejar-kejaran, sekitar umur 6-7 tahun, dan mulai nyaris setiap mimpi menjadi kenyataan, dan kadang bisa menyadari kalau sedang mimpi (mimpi jenis ini tidak bisa jadi nyata) dan kalau tahu hal ini adalah mimpi maka bisa diatur keadaan mimpinya, bisa jadi pahlawan super.... konyol memang.

Seandainya ada orang yang bisa membantu untuk membereskan hal ini (melenyapkan hal ini) aku akan sangat berterima kasih, namun sampai saat ini belum ada yang mampu untuk menolong.

Tidak tahu apa penyebabnya, tidak tahu harus bagaimana dan mengendalikannya.

spiritualitas yang dijadikan iklan

tidak berani banyak bicara, tapi seharusnya kegiatan pindapata adalal pelatihan bagi bhiksu untuk belajar menerima apa adanya, dan bagi umat adalah belajar untuk bersikap murah hati dan mudah memberi. namun jika iklan juga masuk dalam kegiatan tersebut, tujuannya menjadi bias

Kamis, 10 Oktober 2013

hurt inside, please make me wiser

seringkali menjadi miskin harus banyak menelan ludah kepahitan, namun itulah adanya dan kenyataannya. Hari ini lengkap setahun aku berjalan di bumi ini tanpa jubah bhiksu melindungiku.

berencana untuk berkeluarga memang tidak mudah apalagi setelah melihat bahwa orang yang disayangi sudah mengirimkan undangan pernikahannya bulan depan. walau dalam teori filsafat banyak mengatakan bahwa kita harus ikut bahagia jika orang yg dicintai berjalan dengan yang lain, namun kenyataannya hati berkata tidak, aku menderita.

hal ini banyak faktor yang menyebabkan, namun penderitaan seperti ini tidak bisa muncul begitu saja, bahkan tidak dengan meditasi. akan hanya menjadi pelarian semata jika kita menganggap meditasi dapat melenyapkan penderitaan.

yang dibutuhkan sesungguhnya adalah suatu kebijaksanaan yang tepat, bukan tinggi, dalam maupun mulia dan indah. kebijaksanaan walaupun adalah suatu bentuk pemikiran, yang bisa jadi datangnya dari kejadian sehari-hari, bisa dengan kata-kata sederhana, maupun kata-kata yang indah, kadang dari kejadian yang kita tidak duga.

hal yang paling penting di sini adalah membuka hati kita pada saat kebijaksanaan itu hadir datang menghampiri kita.

kebijaksanaan tidak bisa dilatih, namun faktor-faktor penunjangnya bisa dikembangkan, seperti kelapangan hati dengan belajar mendengar, ketenangan dengan doa dan meditasi, sadar diri dengan mawas diri. pada saat faktor-faktornya matang, otomatis kebijaksanaan dapat muncul. dan tidak akan ada satupun yang dapat menghalanginya...

ganbatte kudasai

Minggu, 02 Januari 2011

Ketika kuberhenti percaya padamu TUHAN


Banyak orang yang kaget ketika aku bicara kepada orang lain, “Saya sudah berhenti percaya kepada TUHAN, karena banyak orang yang memanipulasi sebutan tersebut”. Orang mengira saya sudah atheis, dan berhenti menjadi orang bajik.

Saya bukan tidak percaya, melain kan saya sudah tidak perduli lagi tentang eksistensi tuhan; baik TUHAN itu ada ataupun tidak toh buat saya tidak lagi menjadi suatu yang sangat penting. Saya tahu persis, yang membuat orang menjadi baik bukanlah TUHANnya melainkan hatinya. Dan dengan konyolnya orang-orang berkata, orang itu menjadi baik karena TUHAN, hahaha, padahal istilah TUHAN (dalam berbagai bahasa) itu diperkenalkan hanya beberapa puluh abad belakangan saja.

Manipulasi istilah TUHAN terjadi dalam berbagai agama. Demi kepentingan siapa? Hanya tokoh-tokoh dan orang-orang yang hidup dari agama saja. Demi tujuan menghalalkan segala cara demi keuntungan yang sifatnya benar-benar sekuler, seperti harta, harkat, martabat dan kekuasaan.

Saya melihat dalam kitab suci agama kristen tentang doa, saya melihat suatu situasi lucu, yang sesungguhnya bertentangan dengan ajaran kristen.
Ada seorang kristen bermasalah dengan sahabatnya (setiap orang pasti pernah bertengkar) terlepas orang ini kristen atau tidak, beragama atau tidak. Si kristen menyadari bahwa dia marah, telah mengutuki dan menurut agama manapun (kalau agama itu benar) marah serta mengutuki adalah salah dan salah adalah dosa. Si kristen ini merasa berdosa tentunya karena telah marah terhadap sahabatnya. Yang mungkin dilakukannya pertama kali adalah dia berdoa meminta maaf kepada TUHAN, kemungkinan kedua adalah MASUK KE BILIK PENGAKUAN DOSA seperti biasanya pendetanya mengatakan dosamu diampuni.

Hal ini umum, namun saya melihat satu bagian dari DOA BAPAK KAMI, yang mengatakan “ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami” saya menerjemahkan bagian ini dengan cara yang berbeda. Saya melihat ayat ini berarti kita harus memaafkan dahulu dengan orang yang bermasalah dengan kita. Atau bahkan meminta maaf terlebih dahulu (utk saya terlepas siapa yang salah, seandainya hati kita lebih besar).

Kita harus menyelesaikan permasalahan yang sesungguhnya di depan kita. Seandainya kita minta maaf atau pengampunan kepada TUHAN pasti 100% akan dimaafkan. Karena TUHAN diam gak pernah bicara dan berpihak. Tetapi jika kita selesaikan perselisihan, dan dosa kita di depan orang tersebut niscaya tanpa meminta pasti akan diberikan maaf

Permasalahannya kalau memang kita mampu menjalankan kitab suci, gak usah deh catut nama TUHAN untuk menunjukan bahwa diri ini benar. Sebab seandainya kita mau meminta maaf terhadap orang yang sedang bermasalah, atau seandainya kita adalah orang yang benar-benar orang baik, MASAK SIH TUHAN MENGABAIKAN KITA. Buat saya orang memuji TUHAN SETINGGI APAPUN sesungguhnya hanya menerjemahkan eksistensi TUHAN dengan otak kecil kita. Merupakan penghinaan bagi diri manusia itu sendiri, juga bagi ‘TUHAN’ yang disembahnya.

Solusi bagi saya adalah, be good, be happy, be calm, and spread love n kindeness. Biarkan kebajikan kita sendiri menjadi hakim bagi diri ini. Kebenaran sejati tidak pernah berpihak, kebijakan palsu hanya berpihak pada yang memiliki kuasa.

So, as I often say that, “sorry GOD, I don’t believe in YOU”

Jumat, 21 Mei 2010

Hope this water lily make you at peace

kadang hidup ini indah hanya melihat bunga di hadapan mata

Minggu, 04 April 2010

Dulu dan Sekarang


Di jaman dahulu kala ada seorang wanita muda nan miskin, ketika itu ia bekerja dengan sungguh-sungguh demi mendukung keluarganya yang miskin. Ketika ia memperoleh upah dari kerjanya ia belikan makanan bagi ayah, ibu dan adiknya.
Suatu ketika sekembalinya ia bekerja, ia melihat sebuah vihara yang sedang dalam perbaikan, dan ia tergugah untuk membantu perbaikan vihara tersebut. Walau hanya dengan sekeping uang yang ia peroleh pada hari itu (hanya cukup untuk ia dan keluarganya makan nasi), namun keyakinan dan cinta kasih ia besar sehingga ia danakan semua uangnya yang ia miliki.
Kepala vihara kenal baik dengan gadis itu. Setelah berderma dengan menyumbangkan sekeping uang itu, kepala vihara pun mendekat dan berkata, "anak muda, alangkah baiknya jika engkau limpahkan jasa kepada semua mahluk yang membutuhkan, dengan demikian tidak cuma kamu yang menikmati kebajikanmu". Tergugah dengan perkataan kepala vihara, ia pun menyetujui untuk melakukan upacara pelimpahan jasa.
Dalam upacara tersebut, kepala vihara memanggil semua murid senior dan beliau sendiri memimpin upacara pelimpahan jasa. Sutra dan mantra mengalir dengan indahnya, kebahagiaanpun menyelimuti si gadis itu.

Beberapa bulan kemudian Putra Mahkota kerajaan dimana si gadis tinggal berjalan-jalan melihat-lihat keadaan negri sebagai pembelajaran langsung bagi dirinya (kebetulan single). Tiba-tiba putra mahkota ini memperhatikan si gadis miskin ini, dan kagum akan keuletannya, sebagai tulang punggung keluarga, bahkan baktinya kepada Buddha.
Tak lama kemudian akibat memperhatikan kebajikan dan ketulusan si gadis ini timbullah suka, dari suka timbulah cinta, dan Putra Mahkota kerajaan ini meminang si gadis ini sebagai istri. Si gadis tidak lagi miskin dan ia mampu mengangkat keluarganya dari penderitaan ke dalam keadaan bahagia.

5 tahun kemudian, si gadis ini menjadi permaisuri, ratu bagi kerajaannya, dikarenakan suaminya sang Putra Mahkota naik tahta, menjadi seorang Raja. Si Gadis yang menjadi permaisuri ini tentu saja bahagia. Ketika ia merasa bahagia, ia teringat dahulu tempat vihara yang ia danakan sekeping uang kusam tersebut. Ia pun terinspirasi untuk kembali ke sana dan hendak membawakan dana yang banyak.

Dengan persiapan yang luar biasa ia datang ke vihara tersebut. Uang emas diuntai berbentuk rantai yang panjang melintasi kota, dan dibawa oleh para dayang, ia membayangkan seperti uang yang dulu ia danakan; batangan-batangan emas permata, kain sutra bagi jubah para bhiksu, dan masih banyak lagi... mewah dan megah. Iapun bangga akan pameran persembahannya
Namun ketika kepala vihara melihat hal itu, ia berkata kepada seorang bhikkhu muda, "kamu pimpin, dan ajak beberapa sramanera (calon bhiksu).

Ketika upacara selesai, marahlah sang permaisuri kepada kepala vihara dan berkata, " NADA SUMBANG TELAH TERDENGAR DALAM UPACARA, MENGAPA ANDA TIDAK MEMIMPIN UPACARA SEPERTI DULU? KALI INI SAYA BERDANA LEBIH BANYAK, BAHKAN LAKSAAN KALI LIPAT DIBANDING DULU!!!"
Kepala vihara menjawab dengan tenang, "dahulu kau berdana tidak hanya dengan sekeping uang, tetapi juga dengan ketulusan dan kerendahan hati, juga segenap kehidupanmu. Namun sekarang yang kau lakukan bukanlah berdana, namun memamerkan harta bendamu, jika kamu sadar, maka berubahlah sifat mu".....
itu dulu.... jaman sekarang lain...

Ketika ada umat berdana ke vihara (umat miskin) dan mau melimpahkan jasa. Si bhiksu berkata, "HAH? mao ketemu kepala vihara? mao pelimpahan jasa? gak usah repot repot deh, udah pake tekad juga manjur kok... yang penting khan niat. udah sana!! kepala viharanya sibuk gak ada waktu" dan si umatpun pergi..

Ketika diperjalanan si umat melihat di trotoar ada selembar kupon (kupon lotre singapura) dan memungutnya, ternyata itu adalah kupon pemenang hari itu (ini Tangerang Bung hehehehe). Beruntung ia memperoleh hadiah puluhan juta. Dengan uang itu ia bangun kembali bisnisnya dan dalam 10 tahun ia menjadi orang sukses.
Suatu hari... Ia ingat bahwa kebahagiaan yang ia peroleh sekarang diawali dengan dana ke vihara dan menemukan keberuntungannya pada hari yang sama. Karena muncul rasa bersyukur, ia pun bertekad untuk berdana ke vihara yang sama. Dulu ia cuma sanggup memberi 10ribu rupiah... sekarang ia hendak mendanakan satu gedung beserta perlengkapannya (pokoke tajir abieeess).

Ia pun datang ke vihara yang sama 10 tahun lalu. Bedanya dulu pakai BECAK sekarang pakai BMW... sport lagi... plus beberapa pengawal pribadinya duluan dengan mobil yg berbeda...
Seketika itu juga bhiksu (yang sama) datang menyambut dan menyapa, "AMITOFOOOO... Apakabarnya bapak? bagaimana sehat? mau ketemu kepala vihara? Bapak beruntung, kepala vihara memang sedang menunggu-nunggu anda.."
Iapun bertemu dengan kepala vihara dan berkata, "saya hendak limpahkan jasa kebajikan saya ini untuk keluarga, leluhur dan semua mahluk, bisa bantu untuk upacaranya?"
"OOO jangan khawatir, saya sendiri yang akan memimpin upacaranya beserta bhiksu-bhiksu senior.." kata kepala vihara....
Dan upacarapun berjalan dengan pembacaan sutra, mantra yang sangat indah....



"kenapa Suhu gak mau mimpin upacara waktu saya dulu berdana? sekarang Suhu sendiri yang mimpin" tanya orang tersebut.
"OoO dulu kebajikan kamu kecil dan sedikit, tidak membawa kebahagiaan bagi banyak orang, sekarang kebajikan kamu besar, mampu membawa kebahagiaan bagi banyak orang" demikianlah kepala vihara dan bhiksu tersebut menjawab
this is real worl my friend

Jumat, 19 Februari 2010